Rabu, 04 Desember 2013

Tari Saman Budaya Indonesia

Tari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo (Gayo Lues) yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.
Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.Sebelum saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.

Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan kontinu, pemainnya terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara group tamu dengan grup sepangkalan (dua grup). Penilaian ditititk beratkan pada kemampuan masing-masing grup dalam mengikuti gerak, tari dan lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.
Nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :

1. Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
2. Dering, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari.
3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
4. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak
5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

sumber: www.kebudayaanindonesia.net

The Legend of Aang

"Water. Earth. Fire. Air. My grandmother used to tell me stories about the old days, a time of peace when the Avatar kept balance between the Water Tribes, Earth Kingdom, Fire Nation, and Air Nomads. But that all changed when the Fire Nation attacked. Only the Avatar mastered all four elements. Only he could stop the ruthless firebenders. But when the world needed him most, he vanished. A hundred years have passed and the Fire Nation is nearing victory in the War. Two years ago, my father and the men of my tribe journeyed to the Earth Kingdom to help fight against the Fire Nation, leaving me and my brother to look after our tribe. Some people believe that the Avatar was never reborn into the Air Nomads, and that the cycle is broken. But I haven't lost hope. I still believe that somehow, the Avatar will return to save the world."

"Water. Earth. Fire. Air. Long ago, the four nations lived together in harmony. Then, everything changed when the Fire Nation attacked. Only the Avatar, master of all four elements, could stop them, but when the world needed him most, he vanished. A hundred years passed and my brother and I discovered the new Avatar, an airbender named Aang. And although his airbending skills are great, he has a lot to learn before he's ready to save anyone. But I believe Aang can save the world."

"Water. Earth. Fire. Air. My grandmother used to tell me stories about the old days, how the four nations once lived in harmony. How everything changed once the Fire Nation attacked. Only the Avatar mastered all four elements. Only he could stop the ruthless firebenders. But when the world needed him most, he disappeared. Nobody had seen him for a hundred years, until my brother and I found him, an airbender named Aang. The problem is, this Avatar is still a kid, and even though his airbending skills are great, he has a lot to learn before he's ready to save anyone. The Fire Nation will do anything to capture Aang before he masters all four elements, so I must keep him safe until he's ready to fulfill his destiny. My brother thinks I'm crazy, but I believe Aang can save the world."

"Water. Earth. Fire. Air. Long ago, the four nations lived together in harmony. Then everything changed when the Fire Nation attacked. Only the Avatar, master of all four elements, could stop them, but when the world needed him most, he vanished. A hundred years passed and my brother Sokka and I discovered the new Avatar, an airbender named Aang. Although his airbending skills were great, he had a lot to learn before he was ready to save anyone. But from the first day I met him, I believed Aang would save the world. And you know what? I was right. With the help of his friends, Aang defeated Fire Lord Ozai and ended the Hundred Year War. Zuko, Ozai's son and our ally, became the new Fire Lord. Together with Earth King Kuei, Aang and Zuko promised to return the Nations to harmony.

sumber: www.wikipedia.com

"Gwiyomi" nge fans sama bigbang?

Hari, penyanyi asal Korea Selatan yang nge-top, karena menyanyi lagu Gwiyomi diiringi tarian lucu dan menggemaskan, nge-fans banget sama BigBang, lho! Cewek yang punya nama asli Jeong Sungkyung ini mengaku paling suka sama G-Dragon.

Hari sudah nge-fans sama BigBang sejak mereka debut di 2006. Cewek yang berteman dengan member boy group VIXX ini suka semua lagu BigBang. “Aku suka lagu-lagu BigBang. Aku bingung kalau disuruh pilih satu yang paling aku suka, soalnya bagus-bagus semua,” kata Hari. Diantara semua member BigBang, Hari paling suka sama G-Dragon. “G-Dragon itu berbakat dan ganteng!” kata cewek yang mengawali karier sebagai bintang iklan ini sambil tersipu.

Ketika G-Dragon memarodikan Gwiyomi di konser BigBang awal tahun ini, Hari senang banget. “Parodi Gwiyomi G-Dragon adalah parodi favoritku!” kata cewek yang hobi main games ini. Selain lagu-lagu BigBang, Hari juga suka lagu G-Dragon, terutama Crooked. “Lagunya asyik banget. Setiap hari aku dengarkan,” kata cewek yang namanya terinspirasi dari nama anjing lucu peliharaan tetangganya ini.


sumber: www. gadis.co.id

hari ini indah dan saya tidak bisa melihatnya


Pagi itu seorang anak buta duduk di depan sebuah gedung perkantoran dengan tangan memegang topi sambil menengadahkannya memohon belas kasihan. Di sebelah anak kecil tersebut terdapat sebuah papan dengan tulisan “Saya buta, tolonglah saya”. Dan terdapat beberapa buah koin rupiah yang berhasil dikumpulkannya.

Sesaat kemudian tampak seorang pria berjalan lewat di depan anak tersebut. Tiba-tiba dia berhenti dan merogoh sakunya serta mengambil satu lembar uang dan meletakkannya di dalam topi tersebut. Kemudian ia menambil papan tulisan tersebut, menghapusnya dan menuliskan sebuah kalimat lain. Lalu ia meletakkannya kembali di tempat semula di samping anak buta tersebut agar setiap orang yang melewati anak tersebut dapat melihat dan membaca tulisan tersebut dengan jelas.

Tak lama setelah itu, tampak topi yang dipegang anak buta tersebut mulai banyak terisi. Hampir setiap orang yang lewat berhenti dan memberi anak buta tersebut uang.

Saat sore tiba, lelaki yang merubah tulisan tersebut kembali melintas di depan anak tersebut. Si anak yang mengenal langkah kaki tersebut berusaha menghentikan dan bertanya, “Bukankan anda yang telah mengubah tulisan di papan ini tadi pagi? Apa yang anda tulis?”

Lelaki tersebut menjawab, “Saya menulis sebuah kenyataan, saya menulis apa yang kamu tulis tapi dengan cara berbeda.”

Lelaki tersebut menulis: “Hari ini sangat indah dan saya tidak bisa melihatnya.”

Apakah pembaca berpikir bahwa tidak ada bedanya tulisan pertama dengan tulisan pengganti tersebut?

Tentu, bahwa kedua tulisan menyebutkan bahwa si anak buta. Tapi tulisan pertama lugas menyebut si anak buta. Sedangkan tulisan kedua memberitahu orang-orang bahwa mereka sangat beruntung masih dapat melihat. Dan ternyata tulisan berbeda dan yang kedua tampak sangat efektif.

Jembatan



Alkisah ada dua orang Sahabat yang hidup di sebuah desa. Mereka tadinya hidup rukun berdampingan, bahu-membahu dalam segala hal .

Namun, kini mereka jatuh ke dalam perseteruan hebat yg entah karena apa. Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele. Kemudian berubah menjadi perdebatan yang besar. Dan akhirnya mereka saling berdiam diri tak tegur-sapa walau pun tak sampai bermusuhan.

Suatu pagi, seorang tukang kayu mengetuk rumah . "Maaf tuan, saya sedang mencari pekerjaan." Kata pria itu ramah.

"Oh iya! Kamu datang di saat yang tepat. Kau lihat ladang di seberang sungai sana? Itu adalah rumah sahabatku . Minggu lalu ia mengeruk parit dengan buldozernya lalu mengalirkan airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami. Aku tidak senang dgn sikapnya dan aku akan membalasnya. Nah di situ ada tumpukan kayu. Aku ingin kau buat pagar setinggi 10 meter agar aku tidak lagi melihat rumahnya. Aku ingin melupakannya."

Kata tukang kayu baik bertanya “ sebenarnya apa masalah perseteruan tuan dg sahabat tuan itu ?”
Jawab si pemilik rumah : “Entahlah aku juga tak tahu ada masalah apa sebenarnya , mungkin hanya salah paham dan salah pengertian saja, tetapi tindakannya itu sudah keterlaluan dia sudah tidak menginginkan bersahabat dg saya lagi “.

Tk kayu : "baik Tuan . Tolong belikan saya paku dan bahan2 serta peralatan lain. Akan saya kerjakan sesuatu yang pasti bisa membuat tuan senang."
Kemudian dia pergi ke kota utk membeli kebutuhan utk tukang kayu itu agar bisa bekerja keesokan harinya .

Keesokan harinya si pemilik rumah pagi2 sudah pergi keluar rumah , meninggalkan si tukang kayu dan pembantunya yang mulai bekerja dengan sangat keras.
Hingga sore harinya, ketika sang pemilik rumah kembali, tukang kayu itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya.

Namun si pemilik rumah itu begitu kagetnya karena tak ada satupun pagar yang berdiri. Yang ada hanya Jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladangnya dengan ladang sahabatnya.

“ Sayang sekali ...... kenapa kamu tak membuat pagar seperti yg saya minta ? tapi harus kuakui bahwa Jembatan yang kau kerjakan itu sangat bagus , indah dan kokoh “.

Belum sempat si tukang kayu menjawab ,

Dari seberang sana, terlihat sahabatnya sedang berjalan menaiki jembatan itu untuk menghampirinya .
" Saudaraku , kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku mungkin telah menyakiti hatimu. Maafkan aku....." Kata sang Sahabat .

Dua orang Bersahabat itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, mereka saling berjabat tangan , berpelukan dan melupakan apa yg sudah terjadi .

Pesan Moral : Semua masalah tergantung pada kita dalam menanggapi dan mengatasinya , apakah kita ini ingin membuat suatu “Pagar Pemisah ” ataukah kita akan membuat “Jembatan Penghubung”.


sumber: kaskus.co.id